Selasa, 06 Oktober 2009

Menjadi Peminta-minta






Siapa yang meminta bencana datang
Tak seorangpun menginginkannya
Tapi jika lapar dan dahaga tak dapat dihadang
Maka kami rela menjadi peminta-minta

Disepanjang jalan di kota padang, memasuki jalan retak dan berlobang akibat gempa, maka saksikanlah banyak pemuda-pemudi menengadahkan kardus kosong bekas mie kepada para pengendara yang lalu lalang memasuki daerahnya.

Jikalau kita sempat mengunjungi kabupaten padang pariaman,maka disetiap sudut desa, juga dipinggir-pinggir jalan baik besar atau jalan kecil, maka kita akan menemukan anak2 kecil usia sekolah menengadahkan kardus kosong bekas mie instan kepada pengendara yang sudi ikhlas berbagi rejekinya. Mereka sama2 susah, tapi mau bagaimana lagi, bantuan makanan dan logistik belum juga menyentuh kampung mereka. Mungkin, Pemerintah terlalu lelah dan pusing mengurusi rakyatnya yang begitu banyak berserakan dalam kesusahan dan nestapa.

Bahkan para bapak yang sudah kalap karena lapar tak tertahankan rela disebut sebagai pejarah di kantor dinas kab pdg pariaman demi menyambung hidup.

Mereka, adalah anak2 bangsa ini, telah berubah menjadi pengemis.
Jangan sampai berlama-lama,sebab nanti mereka bisa berubah menjadi binasa atau srigala yang siap memangsa siapapun karena kelaparan dan kepedihan hidup yang dialami.

Marilah, siapapun kita, pikirkanlah dan bergerak! bagaimana pendidikan nasib anak bangsa ini, karena sekolah merekapun tlah hancur binasa.

Banyak tokoh pendidikan, seniman, politisi, sejarawan lahir di ranah minang. Dengan adat basandi sarak sarak basandi kitabullah.

Syahrir, buya hamka, haji agus salim dll merekapun ikut menangis…

Wallahu a’lam bishawab

Kucingpun ikut Trauma



Kucingpun Trauma

Pagi itu, sabtu 3 oktober 2009, kami 20 orang relawan kepanduan sedang mendapat jatah tugas membersihkan puing2 runtuhan rumah penduduk di daerah perumahan siteba, kelurahan naggalo, padang.

Kami tanyakan ke tetangga yang ikut membantu,katanya tidak ada korban jiwa di rumah itu. karena sesaat terjadinya gempa, penghuni rumah sudah berlarian keluar rumah menyelamatkan diri. Sekarang penghuni rumah yang rumahnya hancur lebur itu, sudah mengungsi ke tempat saudaranya entah dimana. Segala harta bendanya hancur, puing2 berserakan. Kaca2 pecah, bahkan tiang listrik ikut bengkok karena kabelnya tak tahan utk menyangga banguanan yang ambruk ke tanah.

Kami goro dengan tujuan utk menyinggirkan puing2 bangunan agar kendaraan bisa melewati jalan disamping rumah itu. karena jalan pertigaan itu cukup strategis dielati keluar masuk kendaraan ke komplek perumahan.

Ketika seorang kepanduan menghujamkan linggis utk memecah/membelah tembok besar yang ikut ambruk, ia sayup mendengar ada suara yang mengeong. Jelas itu kucing.

Saya diminta utk mencari kucing itu, sepertinya apa ia terhimpit di reruntuhan tembok yang akan kami hancurkan itu. sehingga ia menjerit kesakitan.

Kami cari dan ketemu! Seekor anak kucing yang bersembunyi di bawah tembok runtuh itu sedang menggigil ketakutan. Ketika kami angkat, ekornya melipat sedangkan tubuhnya bergetar hebat. Mungkin dalam pikirnya kami ingin membunuhnya. Aduh..maafkan kami kucing. Kami tak tahu jika kamu ada dibawah situ.

Hmm..kucing saja bisa stress. Binatang saja ada rasa trauma setelah mengalami kejadian luar biasa kemarin. Apalagi manusia yang diahdapkan langsung dengan kejadian dahsyat gempa itu.

Saya jadi berpikir jika manusia saja ada trauma centre, kira2 para hewan peliharaan kita butuh psikolog juga ga sih?

Wanita Perkasa




Setelah tidak dapat menyaksikan evakuasi di hotel ambacang, karena sulitnya parkir (hmm, media jor2 an nayangin gedung itu berkali2 di tv, buat orang penasaran saja), maka kami keliling ke kawasan kampung cina kota padang. Lalu ke muaro a.k.a Taplau, tapi laut. Dipinggir pantai padang nan indah itu. di seberangnya tampak gugusan pulau dan dibaliknya tentu kepulauan mentawai itu. di selatan masih kelihatan gunung padang yang kabarnya, disitulah kuburan siti nurbaya yang kesohor melegenda.

Masuk kawasan muaro, oh lagi2 macet. Gedung2 sejarah ikutan ambruk termasuk hotel yang condong ke depan. Saya ngibaratkan seperti kapal titanic mau karam kedasar laut. Dan, belasan meter didaepan kami, lho..kok ada asap? Hmm pasti kebakaran akibat gempa., tebak kami di dalam mobil.

Sirine mobil pemadam kebakaran melintas dengan sigap ke lokasi itu. tim yang turun cekatan membuka selang dan menyemprotkan air.

Saya langsung keluar mobil dan mengambil kamera utk mengabadikan momen itu. hasilnya? Pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang mulainya kecil menjadi membesar karena kompor meledak di salah satu warung makan di pinggir laut itu.

Oh kota padang…nasibmu kini semakin susah saja.
Tapi ada sesuatu yang menarik mata saya. Dari kejauhan saya melihat seseorang yang begitu menghujam dibenak saya. Amat sangat melekat dalam ingatan ini.

Ya..salah satu wanita dalam tim yang memadamkan api itu adalah sosok yang saya kenal waktu ditayangkan oleh tim metro tv dalam acara realty show kick andy. Wanita itu dengan tenaganya mampu memanggul selang –yang tentu saja berat-di pundaknya sementara teman lelaki satu timnya menyemprotkan selang air kearah warung yang terbakar habis itu. ckkk..ckkk..subhanallah. luar biasa sekali perempuan itu.

Saya terharu melihat kerja wanita itu. tapi syang, saya tak dapat mendekatinya. Setelah warung sukses di padamkan dari api. Mereka, lagi2 dg cekatan, beranjak pergi entah kemana utk bersiap2 dengan tugas lainnya.

Dalam hati saya berdoa semoga ia diberi kesehatan dan kemudahan dalam tugasnya. Saya sempat berpikir, jangan2 ia dan keluarganya terkena dampak gempa kemarin. Bagaimana ya dengan rumahnya, rusakkah? Apakah keluarganya mengungsi? Sementara perempuan itu musti menjalankan tugasnya sebagai tim pemadam kebakaran kota padang.

Ya Robb…mudahkan segala urusan orang2 yang bekerja untuk ummat dan masyarakat. Limpahakn rezkiMu pada mereka, amin.
Selamtakan keluarga mereka ya Allah.amin Allahumma amin.

Sarapan Mewah


Ketika memasuki kota padang, pagi hari jumat 2 okt09, setelah mobil merayap pelan menuju kota dari sitinjau laut yang padat, macet dan banyak longsoran, perut kami musti diisi dulu.selain itu kami juga sudah menyiapkan bekal bagi minum utk 4 mobil tim relawan yang kami beli di kota Tebo, Jambi (pake drum plastik isi 55 liter per drumnya), maka kami memutuskan mencari warung makan.

Sempat shock juga saat memasuki pusat kota padang yang porak poranda dilanda lindu (setelah saya 10 tahun meninggalkan kota ini), kami ahirnya menemukan warung makan di jalan damar tak jauh dari pantai padang.

Perut yang lapar ini (kami sarapan jam 08.30 wib), ketemu dengan nasi juga. Nasi hangat bersama sebutir telur bulat plus sambal lado. Wuih nikmat. Kami dan semua pengunjung yang ingin makan disana (termasuk dari pers) mencoba mengintip menu lain. Alhamdulillah..sukses, hanya terdapat 1 menu saja yang ada, nasi+telur. Dan harganya cukup pantas untuk kota padang yang baru dilanda gempa, per porsi Rp.12.000,- ckk…ckkk…lumayan mahal kalo pas hari normal.
Warung makan itu sangat sederhana,tapi hari itu dan mungkin hari2 seterusnya, ia bakal dipadati oleh orang2 setempat dan pendatang yang akan ngantri makan disanan.

Uniknya, kata temen saya, walau orang minang sedang dilanda musibah, soal makanan pasti diusahakan nomor satu harus ada. Hmmm…alhamdulillah itu penting sekali biar kita bisa beraktivitas normal kan.

Senin, 05 Oktober 2009

3 Desa Terkubur






3 desa tertimbun longsoran bukit. kampung tersebut adalah: cumanak, Lubuk Laweh dan kapala koto. diperkirakan 400 orang tenggelam di dalamnya. tim evakuasi masih sibuk mencari sisa2 orang yang terkubur. bau anyir darah dan mayat terasa. saya memang tidak sampai ke bawah sana, namun dari atas saja meilhatnya bisa merasakan kedahsyatan longsoran tsb. la haula wala quwwata illa billahi.
innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Robohnya surau kami



sabtu, 3 okt 2009.

saya bersama 3 relawan lain dengan mobil lagi2 melakukan documentasi & pemetaan wilayah pasca gempa yang bisa tim kecil kami lakukan.

kami menuju cakupan beberapa lokasi terdalam di padanbg pariaman dan menemukan pemandangan miris, dan duka mendalam. memang airmata saja tidak cukup utk membantu mrk.

dua buah masjid yang masuk cagar budaya di padang pariaman di kec nan sabaris, tumbang tentunya berikut banyaknya mushollah yang berserakan di sepanjang jalan yg kami lalui. sumbar terkenal dengan keislamannya yang tinggi dan memiliki masjid nan indah.

tapi liatlah dua masjid itu jadi saksi bisu. ia sbg tempat ibadah umat muslim dan cagar budaya islam yang adiluhung, akhirnya tumbang juga.

bolehkah jika saya menghubungkan dengan novelnya AA navis "robohnya surau kami"? bagai kejadian yang sebenarnya.

inikah simbol keislaman di ranah minang telah luntur?
ketika sholat jumat di masjid siteba kel nanggalo (masjid itu juga sebagian rusak parah di bagian belakangnya dan dalam juga retak), sang protokol menghimbau masyarakat, para lelaki msulim utk datang dan menunaikan sholat jumat. mirisnya hanya berjarak beberapa meter dari masjid, segerombolan pemuda, masih sehat, tampak masih asik santai di beranda rumah sampai bahkan selessai jumatan mrk masih disana tanpa beranjak ke masjid dan sholat!

robohnya surau kami.
semoga tidak merobohkan iman dan keihklasan saudara2 kita yang lain yang telah diingatkan oleh TuhanNya. karena setiap musibah pasti ada hikmahnya.

caliek lah rumah kami, pak!






calieklah rumah kami, pak! (liatlah rumah kami pak!) begitu seorang ibu2 baik muda dan lanjut usia mendekati saya dan teman2 relawan yang datang berkunjung untuk dokumentasi objek pasca gempa dan pemetaan rencana bantuan donasi dan barang nantinya.

calieklah rumah kami pak!
karena rumah kami tlah hancur. tempat berteduh kami adalah tnda2 darurat seadanya. kadang bantuan terpalpun tak ada diberi.

calieklah rumah kami, pak!
anak2 kami kelaparan. bayi kami menangis minta susu. sedang rumah dan harta kami iktu terkuvbur didalamnya. uang kami entah dimana.kami tak punya. harta kami habis. hanya airmata yang tlah kering.

calieklah kami pak!
tak ada yang datang kesini.lurah,camat apalagi petinggi2 itu. entah dimana mrk.apa mrk masih ingat kami yng masih kehujanan dimalam2 yang dingin. kami mulai sakit2an. anak2 tak ke sekolah karena bju n sekolah mereka ikut roboh.

pak, liatlah kami dengan mata dan hati kalian.